Skip to main content

Zaman kita sekarang



Pada dasarnya manusia diciptakan itu sama, baik dari segi fisik maupun hak dan tanggung jawab. Seiring dengan proses perkembangan yang ada maka kita bisa melihat bahwa ada skat yang muncul diantara manusia satu dengan yang lainnya. Mungkin kita bisa mengenalnya dengan kelas sosial, ataupun struktur sosial. Hingga memunculkan ego disetiap manusia yang membuat batasan diantara manusia itu sendiri. Saya teringat dengan teori Cahrles Darwin tentang bagaimana manusia itu muncul ataupun kita bisa melihat di setiap sejarah agama bagaimana manusia itu diciptakan. Ada beberapa tokoh yang menarik untuk membahas proses perjalanan manusia tentang bagaimana manusia menjalani proses kehidupan dibumi ini hingga muncul suatu kelas sosial yang membuat manusia saling membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya, tokoh itu seperti Thomas Aquinas, Thomas Khan yang saling berbicara tentang keyakinan manusia di abad pertengahan. Yang menarik adalah tentang kelas sosial dimana tokohnya yang paling populer adalah Karl Max, Hegel, Lenin. Tetapi yang paling menarik di bahas adalah Karl Max yang membicarakan tentang kelas sosial yang kemudian melakukan gerakan tentang pertentanagan kaum buruh terhadap kaum pemodal. Tetapi hal yang paing menarik diantara membaca kisah para tokoh diatas adalah membaca zaman kita sendiri, bagaimana *zaman kita sekarang?* perlunya melihat zaman sekarang bahwa kita sudah menjadi imbas terhadal apa yang telah terjadi sebelumnya. Kita harus menerima skat itu dimana ada kelas sosial diantara manusia yang hidup di bumi ini untuk saling berinteraksi, dimana si kata dan si miskin yang selalu ada dalam proses kehidupan kita saat ini. Mungkin saya harus mengatakan bahwa saya jiji melihat orang-orang yang mengaku beragama terutama agama Islam tetapi ialah orang yang paling memandang kelas sosial setiap kali ingin berinteraksi. Bukankah dalam agama Islam kita diajarkan untuk saling menghargai. Tetapi toh kenapa kita malah menyombongkan diri kepada saudara kita yang kebetulan kurang mampu. Budaya, etika dan hal lain yang sudah mengikat di setiap manusia bisa di ubah, budaya terbentuk karena manusia tetapi kenapa malah kita takut melanggar budaya yang akan merugikan manusia itu sendiri. Inilah zaman kita sekarang yang perlu kita pikirkan sejenak agar tidak keliru dalam melakukan segala sesuatu. Sekarang mari kita berfikir sejenak di strata apakah kita? Miskin, menengah atau kaya. Semua itu tidak penting untuk melanjutkan kehidupan ini, yang terpenting adalah hidup saling menghargai dan saling berbagai. Itulah yang perlu kita tanamkan di zaman kita sekarang.

Comments

Popular posts from this blog

Kamu Jomblo, Baru Putus, Patah Hati, atau Selalu di Tolak? Jangan Takut.

Terkdang kita selalu merasa tidak pernah beruntung dalam menjalni hidup, terkadang kita iri dengan oang lain yang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, ataupun terkadang kita selalu menyalahkan waktu dan keadaan terhadap apa yang kita alami. Serasa dunia ini terlalu kejam untuk diri kita sendiri. Begitu banyak perasaan yang kita hadapi sehingga membuat kita selalu mengeluh dalam menjalni kehidupan ini. Hingga kita selalu mengatakan dunia ini kejam dan sangat keras untuk dijalani. Teruntuk teman-teman yang selalu merasakan hal demikan jangan tajut. Kenapa karna apa yang teman-teman rasakan itu adalah bunga kehidupan ataupun lika-liku kehidupan. Memang kita sebagai manusia memiliki berbagai perasaan dalam menjalani hidup ini. dan jangan merasa sendirian, karena saya pun meras demikian. Tapi bagaimana kita menghadapi dan menjalaninya dengan baik, yaitu dengan bersabar. Ketika teman-teman percaya dengan agama maka Tuhan pun sudah mengatur sedemikian rupa akan hal keadaan h...

Memahami Pemikiran Filsafat Alam atau dikenal sebagai Filsafat PraSocrates

 Filsafat Alam Kita sudah membicarakan tentang produk para filosof awal, dimana fokus kajian mereka tentang proses alam raya ini menjadi ada dan memunculkan banyak perubahan perubahan adalah ketidak percayaan mereka bahwa segala hal yang ada bukan ada semata, melainkan, mereka yakin bahwa tidak akan mungkin segala sesuatu akan menjadi ada jika tidak memiliki sumber atau tidak mungkin segala sesuatu ada dengan sendirinya. Sumber inilah yang mereka yakini sebagai awal segala sesuatu menjadi ada. Sumber yang dimaksudnya dapat diartikan sebagai zat dasar untuk menciptakan segala sesuatu. Olehnya itu, para tokoh filosof awal lebih menempatkan perhatian mereka kepada zat tersebut. Tapi untuk membenarkan teori mereka apakah memang disampaikan oleh mereka masihlah perlu menempatkan sebuah sikap skeptis. Sebab para filosof awal tidak tertarik untuk menuliskan teori teori mereka dan barulah pada dua abad setelahnya para filosof baru yang muncul memulai proyek teori mereka dalam sebuah tulisa...

Pengertian Ada, Mimpi dan Gila

Pertama. "Ada sebagai ketiadaan atau ketiadaan itu adalah ada" Jadi maksudnya adalah ada adalah "Sesuatu yang memiliki bentuk, wujud dan rupa yang berada pada ruang dan waktu" Contohnya, Gelas ia ada karena memiliki bentuk dan wujud dan menempati ruang dan waktu. Sementara "Ketiadaan" juga merupakan ada karena ia menempati ruang dan waktu makanya dikatakan ada. Kedua "Mimpi" Dalam pandangan Filsuf B. Spinosa mimpi merupkan kejadian antara aku dan diriku yang sedang berada pada ruang dan waktu dimana aku melihat diriku sedang dan telah melakukan sesuatu di alam mimpi, kesadaran antara aku dan diriku telah mengambil perannya. Aku ada dalam dunia materil sedang diriku ada dalam alam mimpi. Ketiga. "Berpikir maka aku ada" Rene Descartes Yang dimaksud disini adalah ketika proses kerja akal berfungsi dalam mengenal dan memahami sesuatu maka pada saat itulah manusia menjadi ada sebagai eksistensi berpikirnya. Contohnya, aku dapat memaha...