Mengenai menulis essay dan opini, saya yakin sebenarnya
teman-teman sudah pada bisa semua. Kemampuan dasar untuk itu sedikit banyaknya
pasti sudah ada. Karena baik di sekolah ataupun kampus kita sudah banyak
menulis, bahkan sudah menulis makalah, yang notabenenya secara konten lebih
berat dari pada essay dan opini. Nah, hanya saja di essay sedikit berbeda.
Bedanya sedikit saja. Penulisan makalah di sekolah atau kampus pada umumnya yg
sering kita lakukan itu tidak menumbuhkan kreatifitas sehingga seni menulis
kurang terasah dan tidak terbudayakan.
Menulis merupakan sebuah seni. Penulisan makalah di sekolah
atau kampus terlalu kaku dan sedikit ruang kebebasan bagi mahasiswa atau
siswa-siswi di sekolah. Karena judul makalah mayoritasnya sudah ditentukan.
Jadi mahasiswa atau siswa-siswi tidak lagi mikir apa yg akan ditulis. Karena
topiknya sudah ada di silabus yg dibuat oleh dosen/guru. Padahal, yang paling
menantang dalam menulis adalah menemukan topik/idenya. Maka modal awal untuk
menulis essay atau opini adalah adanya daya kreatifitas individu untuk
menemukan ide/gagasan/topik tulisan yang akan ditulis. Jadi pertanyaan awal
kalau mau menulis, ya, mau menulis tentang apa?
Sederhananya,
essay adalah karangan bebas yg membahas topik tertentu (suatu masalah) dari
sudut pandang penulis. Sedangkan opini adalah karangan yang dibuat dari
pandangan ataupun hayalan yang kita sedang pikirkan. Nah dari definisi
tersebut, ada kata “bebas” nya. Maka, kita sebagai penulis, harus percaya diri
terlebih dahulu, bahwa kita bebas mau menulis apapun. Penulis itu merdeka dan
berdaulat.
Teman-teman jangan dulu membayangkan menulis sebagai sebuah
proses yg rumit atau ribet. Menulis mesti dimaknai sebagai upaya mengeksplorasi
kreatifitas diri dengan kebebasan yg kita miliki. Penulis itu bebas. Kita bebas
menulis apapun. Merdeka seutuhnya itu ya jadi penulis.
Dari definisi essay dan opini tadi, jadi sebenarnya setiap
tulisan atau karangan seseorang yang membahas sebuah topik, itu bisa dikatakan
essay dan opini. Akan tetapi, dalam menulis essay dan opini baiknya dengan
essay atau opini yang ilmiah sehingga tulisan kita bisa di terima dan di
percaya. Oleh karena itu, essay dan opininya harus memenuhi kaidah ilmiah.
Ilmiahmemiliki
pengertian yaitu logis, empiris, metologikal, sistematis, dan ada
kesimpulannya. Sehingga, essay dan opini ilmiah haruslah tulisan yang masuk
akal, yang dapat teruji dan dipertanggungjawabkan, tidak berupa prasangka semata
apalagi berupa tuduhan, tulisannya ditulis secara sistematis, tersusun dari
awal sampai akhir dengan runtut, dianalisa dan di akhir terdapat semacam
kesimpulan. Jangan sampai tulisannya ngawur ngidul gak jelas ujungnya. Bagaimana
memulai menulis essay?
Seperti sudah disinggung sedikit sebelumnya, bahwa untuk
mulai menulis, harus tau dulu mau menulis tentang apa.
Ide/gagasan/topik/masalah nya apa, sehingga menjadi landasan kita memulai
menulis. Itu yang harus ditemukan terlebih dahulu. Hal pertama yang harus
dilakukan adalah sebagai berikut:
MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL
Maka
sistematikanya bisa memulai dari menganalisis tema ke judul. Kalau dalam
kompetisi tema biasanya ditentukan oleh panitia penyelenggara lomba, jika menulis
essay dan opini ilmiah yang bukan dalam konteks lomba, maka kita bisa
menentukan sendiri temanya mau tentang apa.
Tema
dan judul jelas berbeda. Jangan sampai disamakan. Singkatnya, kalau tema itu
umum. Sedangkan judul itu khusus/spesifik. Contoh: tema (pendidikan). Judul
(tentang fullday school). Contoh lainnya: tema (keluarga). Judul (istri kedua,
istri ketiga). Jadi, judul adalah turunan dari tema. Judul itu
topik/masalahnya harus benar-benar khusus/spesifik. Tulisan ilmiah harus
spesifik, semakin spesifik maka semakin bagus. Masalah atau topik yang diangkat
cukup 1, tidak perlu banyak-banyak. 1 tetapi dibahas tuntas, tajam, sehingga
kesimpulannya jelas. Jangan membahas banyak masalah yg ujung2nya tidak jelas
atau tidak tajam. Cukup 1 tapi setia. Ehh. Setia membahas dan menulisnya sampai
tuntas. Begitu maksudnya.
Cara kerjanya, bisa mulai dari menganalisis tema lalu ke
topik/masalah/judul apa yg mau diangkat. Atau bisa juga dari memikirkan masalah/topik/judulnya
terlebih dahulu baru kemudian memasukkannya ke dalam tema mana yang cocok.
Jadi, bisa dari atas (tema) ke bawah (judul) atau dari bawah (judul) ke atas
(tema). Kedua cara itu bisa dipakai, kondisional saja atau sesuai selera.
Judul
itu merupakan representasi dari semua tulisan yang kita buat. Maka, diksi dan
kalimat dalam judul harus dengan kata kunci yang menjadi pokok permasalahan dan
gagasan yang dibahas dalam keseluruhan tulisan. Judul wajib keren.
Beberapa
tips untuk membuat judul, sebagai berikut :
1.
Judul tidak bertele-tele.
Selain spesifik, judul harus tu de poin. Jadi saat kita
menentukan judul harus yang menarik dan sesuai dengan fakta serta tepat
sasaran, maksudnya kita harus membuatnya sesmipel mungkin tetapi menarik.
2.
Jumlah Kata
Tidak
ada ketetapan pokok mengenai jumlah kata dalam judul. Tapi lumrahnya yang
sering jadi panduan, judul yang baik tidak lebih dari 12 kata. Namun, sering
kali juga saya ketemu baik dalam konteks lomba ataupun di dalam artikel jurnal
sekalipun, judul-judul yang lebih dari 12 kata. Dalam kaidah etiknya, judul
harus sesingkat dan sepadat mungkin, tetapi tetap jelas maksudnya.
3.
Bahasa judul harus menarik.
Pikat
orang membaca tulisan kita dengan judul yang bagus terlebih dahulu. Kata-kata
dalam judul harus kata-kata jitu. Karena, yang pertama kali dilihat atau dibaca
oleh orang lain adalah judulnya.
4.
Problematik dan solutif.
Di
dalam judul, masalah yang diangkat dan solusi yang ditawarkan usahakan sudah
tergambarkan. Sehingga subjek dan objeknya jelas.
Semoga tulisan diatas bisa membantu teman-teman didalam
menulis essay dan opini, silahkan komentar di kolom komentar jika masih ada
yang belum di pahami

Comments
Post a Comment