Skip to main content

Perjalanan Hidup Seorang Manusia Biasa



Dunia terasa sunyi, deras ombak yang memberikan suara tanpa henti di malam sunyi ini. Entah apa yang harus saya lakukan hari ini, besok, bahkan saya lupa apa yang sudah saya lakukan kemarin. Harus berapa kalk kukirim doa kepada sang pencipta agar doa akan pengambilan diriku tiba. Setiap malam saya terasa hampa dan sunyi. Biarkan waktu yang menjawab, mungkin itu kata-kata yang selalu diucapkan oleh para pepatah.

Entah jalan apa yang harus kutempuh untuk membwrikan rasa nyaman untuk diriku sensiri. Tak perlu banyak mengeluh kepada irang lain, biarkan saya mengeluh kepada diri sendiri dan terlihat baik-baik saja. Mungkin itulah yang harus saya lakukan untuk saat ini. Mencari jati diri tidak sudah dan tidak pula gampang, berkarakter? Mungkin itulah tujuan kita untuk berproses arau mungkin untuk menjadi lebih baik.
Menjalani kehidupan mestilah berjuang keras untuk merqih apa yang kita inginkan, terkadang kita berpikir bahwa semua itu adalah hal yang mudah. Tapi tal sepwrti qpa yang kita bayangkan! Aku lelah menjalani kehidupan ini aku tak punya tujuan hodul yang jelas, semua yang kulakukan terasa hampa. Orang yang aku suka tak bisa kuperjuangkan, orang yang kusuka tak menginginkan aku lagi. Tertawa dengan merasa bahwa diriku inilah yang paling hina dan rendah yang tak punya apa-apa untuk di banggakan.

Hari demi hari saya lalui dengan keadaan yang biada-biasa saja, tidak afa yan menarik atau berkesan. Selalu menyibukkan diri sendiri dengan berbagai hal yang baik bagi keluarga ataupun hal yang baik menurut budaya dan adat di lingkungan saya. Dan kemudian membungkus diri saya sebagai orang yang baik-baik tanpa dosa.

Aku ingin hidup biasa-biasa saja tetapi memiliki makna bagi banyak orang ataupun alam semesta. Mungkin hal tersebut bisa di jadikan sebagai tujuan hidup “menjadi maanusia yang bermakna bagia alam semesta dan manusia”, kedengaran baik dan terasa hangat jika di ucapkan. Inilah aku orang yang tak punya apa-apa, tapi memiliki banyak cita-cita yang ingin di raih.

Inilah kehidupanku yang harus kujalani!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Memahami Pemikiran Filsafat Alam atau dikenal sebagai Filsafat PraSocrates

 Filsafat Alam Kita sudah membicarakan tentang produk para filosof awal, dimana fokus kajian mereka tentang proses alam raya ini menjadi ada dan memunculkan banyak perubahan perubahan adalah ketidak percayaan mereka bahwa segala hal yang ada bukan ada semata, melainkan, mereka yakin bahwa tidak akan mungkin segala sesuatu akan menjadi ada jika tidak memiliki sumber atau tidak mungkin segala sesuatu ada dengan sendirinya. Sumber inilah yang mereka yakini sebagai awal segala sesuatu menjadi ada. Sumber yang dimaksudnya dapat diartikan sebagai zat dasar untuk menciptakan segala sesuatu. Olehnya itu, para tokoh filosof awal lebih menempatkan perhatian mereka kepada zat tersebut. Tapi untuk membenarkan teori mereka apakah memang disampaikan oleh mereka masihlah perlu menempatkan sebuah sikap skeptis. Sebab para filosof awal tidak tertarik untuk menuliskan teori teori mereka dan barulah pada dua abad setelahnya para filosof baru yang muncul memulai proyek teori mereka dalam sebuah tulisa...

Pengertian Ada, Mimpi dan Gila

Pertama. "Ada sebagai ketiadaan atau ketiadaan itu adalah ada" Jadi maksudnya adalah ada adalah "Sesuatu yang memiliki bentuk, wujud dan rupa yang berada pada ruang dan waktu" Contohnya, Gelas ia ada karena memiliki bentuk dan wujud dan menempati ruang dan waktu. Sementara "Ketiadaan" juga merupakan ada karena ia menempati ruang dan waktu makanya dikatakan ada. Kedua "Mimpi" Dalam pandangan Filsuf B. Spinosa mimpi merupkan kejadian antara aku dan diriku yang sedang berada pada ruang dan waktu dimana aku melihat diriku sedang dan telah melakukan sesuatu di alam mimpi, kesadaran antara aku dan diriku telah mengambil perannya. Aku ada dalam dunia materil sedang diriku ada dalam alam mimpi. Ketiga. "Berpikir maka aku ada" Rene Descartes Yang dimaksud disini adalah ketika proses kerja akal berfungsi dalam mengenal dan memahami sesuatu maka pada saat itulah manusia menjadi ada sebagai eksistensi berpikirnya. Contohnya, aku dapat memaha...

Cara Menentukan Judul dan Tema Dalam Menulis Opini dan Essay

Mengenai menulis essay dan opini, saya yakin sebenarnya teman-teman sudah pada bisa semua. Kemampuan dasar untuk itu sedikit banyaknya pasti sudah ada. Karena baik di sekolah ataupun kampus kita sudah banyak menulis, bahkan sudah menulis makalah, yang notabenenya secara konten lebih berat dari pada essay dan opini. Nah, hanya saja di essay sedikit berbeda. Bedanya sedikit saja. Penulisan makalah di sekolah atau kampus pada umumnya yg sering kita lakukan itu tidak menumbuhkan kreatifitas sehingga seni menulis kurang terasah dan tidak terbudayakan. Menulis merupakan sebuah seni. Penulisan makalah di sekolah atau kampus terlalu kaku dan sedikit ruang kebebasan bagi mahasiswa atau siswa-siswi di sekolah. Karena judul makalah mayoritasnya sudah ditentukan. Jadi mahasiswa atau siswa-siswi tidak lagi mikir apa yg akan ditulis. Karena topiknya sudah ada di silabus yg dibuat oleh dosen/guru. Padahal, yang paling menantang dalam menulis adalah menemukan topik/idenya. Maka modal awal unt...