Skip to main content

Cara Menemukan Ide Dalam Menulis Essay Dan Opini



 

Temanya sudah ada nih, tapi belum ketemu juga ide/masalah yang mau ditulis, sudah dipikir-pipkir tetapi belum ketemu juga idenya, lalu caranya gimana?

Ini adalah proses kita memikirkan tentang tulisan yg akan dibuat. Proses yang menantang, Membuat greget. Disini imajinasi kita juga dituntut. Banyak cara praktis yang bisa dilakukan. Diantaranya:

1. Mengamati/melihat masalah atau kejadian di lingkungan sekitar.

Manteman, terkadang kita terlanjur melihat jauh, padahal sebenarnya di sekeliling kita ada ide yang bisa diangkat. Kita harus mengasah kepekaan kita. Ada banyak hal di sekitar kita yg bisa ditulis. Bahkan dari diri kita sendiri pun bisa saja ada masalah yg bisa kita angkat untuk ditulis. Atau dari sesuatu yg meresahkan hati kita. Semuanya bisa menjadi inspirasi untuk menemukan masalah/topik essay.

2. Membaca.

Mindset kita tentang membaca harus diperbaharui. Memang, bagi saya membaca buku (text book) tetap yang utama, tetapi sekarang makna membaca harus diperluas. Dunia sudah jauh maju dan berkembang. Maka, membaca tidak lagi hanya di buku (tapi buku tetap yg utama ya), melainkan bisa di artikel-artikel di google, dari informasi di Instagram atau media sosial lainnya. Dan, juga bisa seperti koran, majalah, buletin atau lebih kerennya jurnal yang sekarang sudah bisa dinikmati secara online juga.

Website-website (periksa dulu kredibel atau tidak) di internet sekarang pun sudah bisa dijadikan referensi. Tapi, kelemahannya kalau di internet, kita agak khawatir dengan hoaks atau data yang tidak akurat. Maka harus lebih hati-hati. Tapi, untuk browsing mendapatkan ide tulisan maka boleh banget. Baca apa saja.

Baca hati sendiri atau baca hati orang lain juga boleh ( Membaca itu maknanya sangat luas. Dengan membaca, pikiran kita terbuka, cakrawala berpikir kita terkembang, ketajaman analisis kita terasah, maka inspirasi potensial kita dapatkan.

3. Momentum sebuah acara/kejadian.

Ini sebenarnya berkaitan dengan yg nomor 1 tadi. Tapi sifatnya lebih temporal dan bisa cangkupan kejadiannya lebih luas, bisa jauh. Misalnya, tiba2 terjadi kejadian bom bunuh diri, baru kejadian pembunuhan, kejadian longsor, kejadian orang dianggap mati suri, atau kejadian lainnya.

Nah itu semua bisa diangkat menjadi ide tulisan. Karena bersifat faktual. Apalagi kalau kejadiannya masih hangat atau baru terjadi (aktual) nah itu lebih keren untuk diangkat. Kayak sekarang nih, lagi hangat-hangatnya corona, bagus banget untuk diangkat menjadi sebuah tulisan essay.

4. Diskusi atau Ngopi bareng

Naah, dari diskusi atau ngopi dengan teman atau dengan siapapun, itu juga kita bisa dapat ide untuk nulis. Bahkan dari obrolan-obrolan biasa juga bisa saja kita dapat ide. Atau hanya sekedar mendengar/menyimak orang diskusi, kita bisa dapat ide. Tapi ya memang harus mikir sih. Kalau kita gak mikir ya gak dapat ide juga.

5. Nonton TV/Youtube.

Sekali lagi. Ide bisa dari mana saja. Acapkali ide datang dari hal/arah yg tak terduga.  Dari aktivitas kita nonton TV, nonton FTV di SCTV misalnya, kisah di filmya misalnya tentang mitos bahwa orang jawa dan sunda itu gak boleh nikah. Nah, mitos itu bisa diangkat jadi ide tulisan.

Jadi, semua aktivitas kita, melihat, mendengar, membaca, itu semuanya bisa saja menjadi wasilah/perantara bagi dapatnya ide. Asalkan mau mikir. Nulis itu ya mikir. Kalau Gak mikir ya gak nulis namanya. Kalau hanya menyalin/copas nah baru gak perlu mikir.

Memang, berpikir kreatif kadang sangat dibutuhkan dalam proses menemukan ide. Jika   sudah ada ide di awal, maka insyaallah langkah berikutnya akan mudah.

Semakin luas dan kaya wawasan dan ilmu kita, maka inspirasi tulisan juga banyak. Makanya, banyak baca buku, rajin belajar. Kuasai banyak ilmu, semakin banyak isi kepala, maka semakin mudah dituangkan dalam bentuk tulisan. Menulis adalah seni menuangkan apa yang ada di pikiran kita menjadi kata-kata penuh makna. Maka, menulis adalah proses penuh arti untuk mencerahkan diri sendiri dan mencerahkan orang lain.

Terakhir soal ide tulisan, saya mau menekankan juga satu poin penting. Tentang ide.

Ide itu selain halus, dia juga abstrak, bahkan mungkin ghaib. Kalau dalam perspektif Islam, bagi saya, ide itu seperti ilham. Kadang kita udah berusaha mencari ide tapi gak dapat, tapi kadang kita gak nyari, eh tiba-tiba kepikiran ide. Kadang cuman terbersit, maka ikatlah dengan langsung menulisnya, agar tidak terbawa angin atau lupa.

Jadi, rajin berdo’a juga, minta ke Tuhan agar diberi kejernihan hati dan kesegaran pikiran agar dapat menemukan dan menerima ide. Ide kan sebenarnya petunjuk, jadi hidayah dari Tuhan. Kalau udah usaha nyari ide tapi gak ketemu, pusing dan bingung mau nulis tentang apa, nah coba istighfar, jangan-jangan karena banyak dosa.

Oiya, tentang ide di essay ilmiah, essay ilmiah itu berbasis penyelesaian masalah. Tulisan harus menjadi solusi dari masalah yang diangkat. Harus solutif. Berbeda dengan puisi misalnya, yang kadang hanya berupa luapan rasa. Makanya di bagian awal badan tulisan essay pasti dimulai dari latar belakang masalah.

Yang jelas, masalahnya spesifik. Tidak harus masalah yang besar banget kok. Terkadang itukan kita terlalu menuntut “saya harus dapat ide yang wow” gitu kan, tapi lupa bahwa ada masalah kecil di sekitar yang butuh solusi dan sangat potensial untuk dibahas atau ditulis dalam essay.

Bukan berarti gak boleh membahas masalah besar, kalau dapat ide nya yang memang “wow” ya bagus, tapi jangan pula kita pesimis dengan ide yang (kadang kita pesimis dengan menganggapnya) biasa-biasa aja atau terkesan gak keren. Takut nanti tulisannya gak bagus. Nah kita gak boleh begitu.

Kita harus yakin, bahwa ide yang kita bawa walaupun sederhana tapi maknanya ada dan bisa dibangun dan dikemas dengan baik serta bisa kita tawarkan menjadi solusi.

Ingat, Penulis itu bebas. Tidak ada yang boleh mengintervensi kita mau nulis apa. Begitu hukum dasarnya. Bebas mau bahas masalah/ide apapun dan harus yakin dengan kekuatan ide sendiri. Penulis itu berdaulat dan berdikari. Asalnya begitu, tapi dalam perjalanannya ya bisa saja berubah. Ada yang jadi penulis bayaran misalnya.

Kita harus yakin bahwa hasil olah pikiran kita itu layak diuji (dikompetisikan atau dikirim ke media publikasi lainnya untuk diuji kekuatannya). Jangan takut bersaing. Yakin usaha yang kita lakukan akan sampai. Sembari terus berdo’a setiap saatnya. Sepertinya cukup. Kita fokus di pembahasan tema, judul, dan mencari ide tulisan dulu ya. Jika ada yang belum jelas silahkan komentar yah!!!

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Ada, Mimpi dan Gila

Pertama. "Ada sebagai ketiadaan atau ketiadaan itu adalah ada" Jadi maksudnya adalah ada adalah "Sesuatu yang memiliki bentuk, wujud dan rupa yang berada pada ruang dan waktu" Contohnya, Gelas ia ada karena memiliki bentuk dan wujud dan menempati ruang dan waktu. Sementara "Ketiadaan" juga merupakan ada karena ia menempati ruang dan waktu makanya dikatakan ada. Kedua "Mimpi" Dalam pandangan Filsuf B. Spinosa mimpi merupkan kejadian antara aku dan diriku yang sedang berada pada ruang dan waktu dimana aku melihat diriku sedang dan telah melakukan sesuatu di alam mimpi, kesadaran antara aku dan diriku telah mengambil perannya. Aku ada dalam dunia materil sedang diriku ada dalam alam mimpi. Ketiga. "Berpikir maka aku ada" Rene Descartes Yang dimaksud disini adalah ketika proses kerja akal berfungsi dalam mengenal dan memahami sesuatu maka pada saat itulah manusia menjadi ada sebagai eksistensi berpikirnya. Contohnya, aku dapat memaha...

Lantas Kita Harus Bagamaina?

Semuanya akan hilang lantas apa yang dipertaruhkan dalam dunia ini? Gelar, jabatan, harta, status yang engkau kejar akan hilang pada saat engkau meninggalkan dunia ini. Jika demikian kenapa kita tidak cepat meninggal saja, kenapa kita disimpan terlalu lama didunia jika hanya untuk merasakan sakit. Tidak orang yang sepenuhnya ingin berkorban demi diri orang lain. Kita hanya bersandiwara sebagaimana peduli terhadap sesama. Kita bisa melihat dengan sikap dan tindakan orang lain ketika kita mendapatkan musibah dan cobaan pastinya banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk datang menemui kita apalagi membantu. Kita pula harus pahami bahwa setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing. Inilah dunia yang saling berlomba untuk kebaikan dirinya, keluarga, serta orang-orang terdekatnya. Manusia satu adalah serigala bagi manusia lainnya yang memangsa satu sama lain. Pendidikan yang kita tempuh seperti tidak berguna setelah apa yang kita capai, impian serta harapan yang selalu terbayang...

Memahami Pemikiran Filsafat Alam atau dikenal sebagai Filsafat PraSocrates

 Filsafat Alam Kita sudah membicarakan tentang produk para filosof awal, dimana fokus kajian mereka tentang proses alam raya ini menjadi ada dan memunculkan banyak perubahan perubahan adalah ketidak percayaan mereka bahwa segala hal yang ada bukan ada semata, melainkan, mereka yakin bahwa tidak akan mungkin segala sesuatu akan menjadi ada jika tidak memiliki sumber atau tidak mungkin segala sesuatu ada dengan sendirinya. Sumber inilah yang mereka yakini sebagai awal segala sesuatu menjadi ada. Sumber yang dimaksudnya dapat diartikan sebagai zat dasar untuk menciptakan segala sesuatu. Olehnya itu, para tokoh filosof awal lebih menempatkan perhatian mereka kepada zat tersebut. Tapi untuk membenarkan teori mereka apakah memang disampaikan oleh mereka masihlah perlu menempatkan sebuah sikap skeptis. Sebab para filosof awal tidak tertarik untuk menuliskan teori teori mereka dan barulah pada dua abad setelahnya para filosof baru yang muncul memulai proyek teori mereka dalam sebuah tulisa...