Skip to main content

Bingung memilih jurusan di Universitas? Ini Tips untuk memilih jurusan di Universitas.


Memilih jurusan di jenjang perguruan tinggi memang kadang membingungkan, apalagi ketika kita memiliki cita-cita yang ingin di capai. Di perguruan tinggi atau di universitas kita di arahkan untuk memilih titik fokus kita untuk berkarir, dalam hal ini kita akan memilih jurusan yang akan menunjang karir kita di masa depan. Bagi teman-teman yang memiliki cita-cita maka harus hati-hati dan teliti dalam memilih jurusan di perguruan tinggi.

Di perguruan tinggi akan banyak jurusan yang tersedia untuk menjadi pilihan kita, tetapi yang menjadi masalah bahwa jurusan yang kita akan ambil akan berefek kepada jenjang karir kita kedepannya. Oleh karena itu kita harus menyesuaikan cita-cita kita dengan jurusan yang kita ambil. Sampai disini teman-teman sudah paham dengan masa depan teman-teman sesuai dengan jurusan yang akan diambil.

Memilih jurusan di universitas harusnya di tunjang oleh pengalaman ataupun jurusan kita di Sekolah Menengah Atas SMA/SMK, MA dan sederajatnya. Ketika teman-teman memiliki jurusan atau titik fokusnya teman-teman dibangku SMA/SMK maka teman-teman harusnya memilih sesuai dengan jurusan yang di SMA/SMK dan yang akan di ambil di perguruan tinggi atau di universitas.

Untuk memilih jurusan di perguruan tinggi saya mempunyai cara ataupun tips untuk teman-teman yang baru-baru lulus di bangku sekolah dan akan melanjutkan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi. Disini saya akan memberikan tips sesuai dengan jurusan teman-teman di bangku sekolah, berikut tipsnya:

Tips Untuk teman-teman yang alumni SMA/MA, dan akan melanjutkan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi, berikut tipsnya:

1. Jurusan IPA
Bagi teman-teman yang berlatar belakang jurusan IPA di SMA/MA maka teman-teman memiliki banyak pilihan untuk memilih jurusan di perguruan tinggi. Teman-teman bisa memilih jurusan di sesuai bidangnya, seperti memilih jurusan biologi, fisika, kimia, kedokteran, dan beberapa jurusan sains lainnya. Bagi teman-teman yang berlatar belakang IPA di bangku SMA/MA maka teman-teman memiliki banyak peluang untuk lulus di jurusan sains, karena rata-rata yang diterima kebanyakan dari jurusan IPA. Tetapi bagi teman-teman yang ingin melintas jurusan ke ilmu sosial bisa karena untuk jurusan IPA berluang pula memilih jurusan ilmu sosial di perguruan tinggi, kenapa? Karena akreditas jurusan IPA ataupun keilmuan jurusan IPA lebih tinggi di banding jurusan IPS. Namun alangkah baiknya teman-teman memilih jurusan sains karena tidak akan kerepotan di perguruan tinggi nantinya untuk belajar.

2. Jurusan IPS
Untuk teman-teman yang berlatar belakang IPS maka baiknya teman-teman memilih jurusan Ilmu Sosial, seperti ilmu hukum, politik, komunikasi, pemerintahan, dan beberapa jursan ilmu sosial lainnya. Seperti jurusan IPA yang memiliki peluang tinggi untuk jurusan sains maka teman-teman yang jurusan IPS memiliki peluang yang tinggi di ilmu sosial dibandingkan dengan jurusan lain walaupun akreditas jurusan IPA lebih tinggi di banding jurusan IPS. Teman-teman yang ingin melintas jurusan dan ingin memilih jurusan lainnya seperti memilih jurusan sains bisa, tetapi peluang teman-teman sangat rendah, teman-teman harus extra belajar keras untuk masuk di jurusan sains di perguruan tinggi.

2. Jurusan Bahasa
Teman-teman yang memiliki latar belakang jurusan bahasa maka langkah yang paling baik adalah memilih jurusan sesuai dengan bidangnya yaitu memilih jursan bahasa, seperti bahasa inggris, indonesia, mandarin dan beberapa jurusan lainnya. Teman-teman jangan takut memilihnya karena takut dengan pekerjaan setelah lulus, maka jangan takut, untuk jurusan bahasa memiliki banyak peluang kerja nantinya. Dan apabila teman-teman ingin melintas jurusan ke ilmu lainnya maka teman-teman harus extra belajar keras untuk bisa masuk di jurusan yang teman-teman inginkan.

Tips diatas untuk teman-teman yang berlatar belakang di bangku SMA/MA, untuk teman-teman yang berlatar belakang di SMK dan ingin melanjutkan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi maka tipsnya sebagai berikut:

1. Jurusan Akuntansi
Teman-teman yang berlatar belakang jurusan akuntansi maka teman-teman baiknya memilih jurusan Ekonomi, Pend. Ekonomi, dan bebrapa juruasan lainnya. Baiknya juga teman-teman mendaftar di perguruan tinggi STAN yang memang bergelut di bidang keuangan. Bagi teman-teman yang ingin memilih jurusan lainnya maka teman-teman harus belajar dengan giat yah.

2. Jurusan TKJ (Tehnik Komunikasi dan Jaringan)
Teman-teman yang berlatar belakang TKJ maka sudah pasti akan bergelut di dunia tehnik ataupun jurusan tehnik. Jadi baiknya teman-teman memilih sesuai jurusannya dan apabila ingin ingin melintas jurusan maka teman-teman harus rajin belajar.

3. Jurusan Kesehatan Dan semacamnya
Teman-teman yang bergelut di jurusan ini maka teman-teman baiknya memilih jurusan kesehatan ataupun kedokteran dan semacamnya, karena akan menunjang karir teman-teman dan peluang teman-teman tinggi. Dan jika ingin melintas jurusan sama dengan jurusan lainnya, teman-teman harus belajar dengan giat.

Itulah tips yang sempat saya bagi, teman-teman yang sedang memilih jurusan untuk masuk di perguruan tinggi jangan takut karena setiap jurusan memiliki karir dan pendapatan yang baik, tergantung usaha teman-teman dalam berkarir. Dan apabila ada jurusan yang tidak saya sebutkan ditulisan ini maka bisa ditanyakan melalui kolom komentar.

Comments

Popular posts from this blog

Memahami Pemikiran Filsafat Alam atau dikenal sebagai Filsafat PraSocrates

 Filsafat Alam Kita sudah membicarakan tentang produk para filosof awal, dimana fokus kajian mereka tentang proses alam raya ini menjadi ada dan memunculkan banyak perubahan perubahan adalah ketidak percayaan mereka bahwa segala hal yang ada bukan ada semata, melainkan, mereka yakin bahwa tidak akan mungkin segala sesuatu akan menjadi ada jika tidak memiliki sumber atau tidak mungkin segala sesuatu ada dengan sendirinya. Sumber inilah yang mereka yakini sebagai awal segala sesuatu menjadi ada. Sumber yang dimaksudnya dapat diartikan sebagai zat dasar untuk menciptakan segala sesuatu. Olehnya itu, para tokoh filosof awal lebih menempatkan perhatian mereka kepada zat tersebut. Tapi untuk membenarkan teori mereka apakah memang disampaikan oleh mereka masihlah perlu menempatkan sebuah sikap skeptis. Sebab para filosof awal tidak tertarik untuk menuliskan teori teori mereka dan barulah pada dua abad setelahnya para filosof baru yang muncul memulai proyek teori mereka dalam sebuah tulisa...

Pengertian Ada, Mimpi dan Gila

Pertama. "Ada sebagai ketiadaan atau ketiadaan itu adalah ada" Jadi maksudnya adalah ada adalah "Sesuatu yang memiliki bentuk, wujud dan rupa yang berada pada ruang dan waktu" Contohnya, Gelas ia ada karena memiliki bentuk dan wujud dan menempati ruang dan waktu. Sementara "Ketiadaan" juga merupakan ada karena ia menempati ruang dan waktu makanya dikatakan ada. Kedua "Mimpi" Dalam pandangan Filsuf B. Spinosa mimpi merupkan kejadian antara aku dan diriku yang sedang berada pada ruang dan waktu dimana aku melihat diriku sedang dan telah melakukan sesuatu di alam mimpi, kesadaran antara aku dan diriku telah mengambil perannya. Aku ada dalam dunia materil sedang diriku ada dalam alam mimpi. Ketiga. "Berpikir maka aku ada" Rene Descartes Yang dimaksud disini adalah ketika proses kerja akal berfungsi dalam mengenal dan memahami sesuatu maka pada saat itulah manusia menjadi ada sebagai eksistensi berpikirnya. Contohnya, aku dapat memaha...

Cara Menentukan Judul dan Tema Dalam Menulis Opini dan Essay

Mengenai menulis essay dan opini, saya yakin sebenarnya teman-teman sudah pada bisa semua. Kemampuan dasar untuk itu sedikit banyaknya pasti sudah ada. Karena baik di sekolah ataupun kampus kita sudah banyak menulis, bahkan sudah menulis makalah, yang notabenenya secara konten lebih berat dari pada essay dan opini. Nah, hanya saja di essay sedikit berbeda. Bedanya sedikit saja. Penulisan makalah di sekolah atau kampus pada umumnya yg sering kita lakukan itu tidak menumbuhkan kreatifitas sehingga seni menulis kurang terasah dan tidak terbudayakan. Menulis merupakan sebuah seni. Penulisan makalah di sekolah atau kampus terlalu kaku dan sedikit ruang kebebasan bagi mahasiswa atau siswa-siswi di sekolah. Karena judul makalah mayoritasnya sudah ditentukan. Jadi mahasiswa atau siswa-siswi tidak lagi mikir apa yg akan ditulis. Karena topiknya sudah ada di silabus yg dibuat oleh dosen/guru. Padahal, yang paling menantang dalam menulis adalah menemukan topik/idenya. Maka modal awal unt...